CARA MENGATASI KECANDUAN JUDI ON LINE

26
0
BERBAGI

Oleh: Dr. Gumilar, S.Pd.,MM., CH., CHt., pNNLP

(Ciamis,13/01/2021). Saat ini jumlah orang terpapar Gaming Disorder (kecanduan game), didalam adalah kecanduan judi on line semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Berikut tanda-tanda kecanduan judi on line diantaranya:

1. Tidak Bisa Berhenti

Orang yang sudah kecanduan dengan judi memiliki keinginan terus-menerus untuk bermain judi. Bahkan ketika uang dan harta benda sudah habis, mereka akan mencari cara agar bagaimana mendapatkan uang untuk berjudi. Mereka juga banyak yang tidak mempedulikan kondisi kesehatan mereka dengan terus begadang untuk bermain judi.

2. Meningkatkan Terus Nilai Taruhan

Pemain judi terus-menerus menaikkan nilai taruhan. Hal ini karena pecandu judi ini tidak akan puas dengan nilai taruhan judi yang kecil. Mereka akan berusaha agar nilai taruhan naik hingga banyak namun tidak menyadari jika kalah mereka akan menanggung nilai taruhan yang semakin besar.

3. Tidak Stabil dalam Mengatur Emosi

Pecandu judi mosinya tidak stabil hal ini terjadi karena mereka merasa frustasi jika kalah terus menerus, depresi saat sudah kehilangan harta benda yang begitu banyak, rasa menyesal yang terlambat karena sering bermain judi, serta memiliki pemikiran jika judi dapat membuat keluar dari masalah. Maka tak heran jika para pecandu judi tidak dapat mengendalikan emosi, mereka tidak dapat menempatkan diri dalam suatu keadaan.

4. Selalu Berupaya Menutupi Kekalahan

Para pencandu judi tentu tidak ingin kalah dalam permainan. Mereka selalu berusaha untuk menutupi kekalahan dengan terus mengikuti taruhan. Bahkan ketika sudah menang dengan hadiah yang cukup banyak pun mereka akan tetap ikut taruhan hingga tak ingat waktu.

5. Pencurian Barang Milik Keluarga atau Orang Lain

Jika untuk menutupi modal judi secara milik pribadi sudah habis, maka pecandu berupaya menjual, menggadaikan, mencuri, menipu, menggelapkan, dan merampas barang milik keluarga dan atau milik orang lain. Tidak jarang selanjutnya menjadi penderita Cleptomaniac Disorder yaitu gangguan jiwa berhasrat untuk mencuri milik orang lain.

7. Meminjam Uang Berlebihan

Pecandu game untuk memenuhi kebutuhan modal judi meminjam uang ke perorangan, lembaga. Seringkali pijaman on line yang jumlah pinjaman dan bunganya irasional, biasanya orang tua atau keluarga mendapatkan beban pembayaran utang tersebut karena malu, semua nomor HP teman, sahabat diteror debt collector ditelpon penipuan dan penggelapan. Setelah keluarga melunasinya, cenderung tetap terus mengulang pinjaman on line dengan cara gali lubang, tutup lubang hingga hutangnya semakin menumpuk.

8. Menderita Mythomaniac

Pecandu judi secara tidak sadar akan mengalami gangguan kejiwaan (Mythomaniac)berbohong yang berlebihan. Saat berbohong tidak terlihat sedang berbohong, jika ketahuan berbohong tidak ada rasa menyesal, tidak ada rasa malu seolah olah tidak terjadi apa – apa.

9. Berubah Atheis

Pecandu judi on line bergeser spiritualitas nya menjadi atheis, tidak mau beribadah, dst yang penting menang judi.

10. Dan dampak gangguan kejiwaan yang bersifat multiplayer effect Lainya.

Jika disekitar kita ada orang terpapar kecanduan judi on line segera rehabilitasi ditempat yang dipercayai keluarga. Jika tidak direhabilitasi resiko terburuk adalah gangguan kejiwaan atau gila. (Ponpes Nurul Firdaus-Ciamis).*

BERBAGI
Artikel sebelumyaPANGANDARAN BAGAIKAN KOTA MATI || Serangan Covid-19
Artikel berikutnyaCARA MENGATASI KECANDUAN JUDI ON LINE
(Dr. GUMILAR, S.Pd.,MM, CH.,CHt.,pNNLP) ------ GUMILAR, dilahirkan di: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Ciamis Jawa Barat Tgl.05 Juli 1971. Pendidikan Formal: Tgl. 31 Desember 2008 Lulus S-3 (Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dapat ditempuh selama 2 (dua) th lulus.;Tahun 2002: S-2 Magister Manajemen Konsentrasi Management Marketing UNIGAL Ciamis; Tahun 1997: S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIGAL Ciamis; Tahun 1992: D-2 PGSD UPI Bandung; Tahun 1990: SMA Negeri Panumbangan; ------ GELAR HIPNOTIST: 2011: Gelar CH (Certified Hypnotist) dan CHt (Certified Hypnotherapist) dan pNNLP (practitioner Neo Neuro Linguistic Programing) diperoleh dari Indonesian School of Hypnosis & Hypnotherapy (ISHH) dan Indonesia Board Hypnosis (IBH)**