STRATEGI MENGIKUTI PROSES PERKULIAHAN DAN BIMBINGAN TESIS ATAU DISERTASI


STRATEGI MENGIKUTI PROSES PERKULIAHAN
DAN BIMBINGAN TESIS ATAU DISERTASI

GUMILAR---FOTO--VIDEO 004A. Strategi Proses Perkuliahan

Strategi saat mengikuti perkuliahan selama perkuliahan di program magister atau doktor adalah sebagai berikut:

  1. Ikuti dan penuhi semua proses dan prosedur kewajiban (administrasi dan keuangan) sebagai seorang mahasiswa magister atau doktoral;
  2. Ikuti sebagian besar pertemuan perkuliahan semaksimal mungkin duduk, dengar, catat, dan bila perlu aktif bertanya atau menjawab masalah sesuai perkuliahan;
  3. Penuhi semua tugas dari dosen mata kuliah dengan kesungguhan, dan sebaiknya dalam memenuhi tugas tidak dikerjakan oleh orang lain;
  4. Ketika menempuh perjalanan perkuliahan sejak awal sampai akhir, kita sebaiknya menghimpun komunitas yang mendukung, yaitu mereka yang yakin kepada kita dan mendukung kemajuan kita, seperti teman, mentor, dan anggota keluarga. Mereka adala orang-orang tempat kita berbagi tentang kesenangan dan kesedihan;
  5. Sebaiknya kita segera mulai menulis sejak semester pertama mengingat penulis berpengalaman pun mengetahui tidak ada rumus jitu tentang kapan mulai menulis. Jadi sebaiknya kita tidak perlu menunggu inspirasi atau waktu yang ideal untuk menulis;
  6. …………………………………………………………………………………………….

B. Strategi Proses Bimbingan Penyusunan Tesis dan Disertasi

Strategi setelah selesai memenuhi kewajiban mata kuliah dari semester satu sampai semester tiga, maka fokuskan segera untuk siap menyusun tesis atau disertasi. Langkah-langkah sebaiknya yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut:

1. Penyusunan Proposal:

Penulisan tesis atau disertasi diawali dengan penyusunan proposal penelitian, yang draf awalnya mulai disiapkan dalam kuliah Metode Penelitian dan Statistik Pendidikan Lanjut, dan dimatangkan dalam kuliah Seminar Pengembangan Proposal.

2. Seminar Proposal:

Mahasiswa yang telah memiliki proposal penelitian tesis atau disertasi yang sudah disetujui oleh Dosen Seminar Pengembangan Proposal Tesis atau Disertasi. Seminar proposal dihadiri oleh minimal tiga orang dosen Program Pascasarjana (PPs) yang di tunjuk PPs sebagai tim penilai proposal. Tugas tim penilai proposal tesis atau disertasi adalah mengklarifikasi isi proposal, terutama signifikansi dan relevansi masalah, kejelasan landasan teoritis dan prosedur penelitian, serta memberikan masukan bagi penyempurnaan proposal. Salah seorang atau beberapa anggota tim penilai proposal dapat menjadi tim pembimbing penulisan tesis atau disertasi, sebagai promoter, ko-promotor atau anggota sesuai dengan bidang keahlian dan kewenangannya.

3. Usul Penunjukan Pembimbing:

Mahasiswa yang telah menyempurnakan proposal sesuai dengan saran-saran masukan penyempurnaan dari tim penilai, dan telah disetujui oleh tim penilai proposal, telah lulus minimal 90% dari semua mata kuliah yang harus ditempuh, lulus mata kuliah Metode Penelitian dan Statistik Pendidikan Lanjut dan Mata Kuliah Seminar Pengembangan Proposal Disertasi dengan IPK seluruhnya minimal 3.00, dapat mengajukan usulan penunjukkan pembimbing penulisan disertasi.

4. Memilih Pembimbing:

Pembimbing merupakan figur yang sangat penting dalam penyelesaian tesis atau disertasi. Pembimbing bertanggung-jawab untuk membantu mahasiswa menulis tesis atau disertasinya, terutama dalam memberikan kontribusi, saran dan gagasan dalam setiap bab. Pembimbing sangat menentukan apakah kita berhasil atau gagal. Saran sebaiknya memilih pembimbing dengan beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Mudah dan enak untuk diajak berkomunikasi dan cara kerja pembimbing cocok dengan keinginan dan kebutuhan kita;
  2. Keahlian pembimbing relevan dengan topik penelitian;
  3. Sensitif terhadap kebutuhan kita tetapi menuntut pekerjaan yang berkualitas;
  4. Dikenal meluluskan banyak mahasiswa;
  5. Tertarik untuk membantu kita berhasil;
  6. Mempunyai kecenderungan untuk menggunakan metode penelitian apa yang paling cocok kita gunakan;
  7. Menggunakan pembimbing terkenal lebih baik, tetapi berisiko sibuk, jarang ada di kampus, dan tidak mempunyai waktu banyak untuk membimbing ketika kita memerlukan bantuannya;
  8. …………………………………………………………………………………..

5. Penunjukan Pembimbing:

Proposal penelitian yang sudah disempurnakan dan disetujui oleh tim penilai proposal dibuat rangkap dua, dilampiri usulan penunjukan pembimbing diajukan ke Direktur PPs untuk mendapatkan surat keputusan penunjukan tim pembimbing penulisan tesis atau disertasi. Tim pembimbing penulisan disertasi terdiri atas seorang Promotor sebagai ketua tim pembimbing, Ko-promotor sebagai wakil ketua dan seorang Anggota. Bila diperlukan anggota tim pembimbing dapat lebih dari satu orang.

6. Konsultasi Draft:

Setelah mendapatkan surat keputusan penunjukan tim pembimbing penulisan skripsi atau disertasi, mahasiswa mulai mengadakan konsultasi dengan para pembimbing, dimulai dengan penyempurnaan proposal, dilanjutkan dengan penulisan draf bab satu, penyiapan instrument pengumpulan data, pengumpulan dan pengolahan data. Selesai pengolahan data maka dilanjutkan dengan penulisan draf dan penyempurnaan bab dua, dan bab-bab selanjutnya.

7. Permohonan Sidang:

Setelah seluruh laporan penelitian tesis atau disertasi selesai ditulis dan dikonsultasikan dengan para pembimbing, dan para pembimbing menyetujuinya, maka mahasiswa (kandidat doktor) mengajukan permohonan kepada direktur PPs untuk mengikuti ujian sidang disertasi tahap I. Ujian sidang disertasi dapat dilaksanakan apabila mahasiswa telah lulus semua mata kuliah dengan nilai IPK minimal 3.00.

8. Proses Bimbingan

  • Ikuti proses bimbingan dengan penuh keikhlasan dan ketawakalan, berusaha dan berdoa agar diberikan keselamatan, kesehatan dan rejeki selama proses bimbingan tesis atau disertasi;
  • Lengkapi fasilitas apa yang diperlukan untuk menulis tesis atau disertasi yang tersedia, sehingga pelaksanaan penelitian berjalan lancar;
  • Sediakan dana yang memadai untuk biaya operasional, alat dan bahan penelitian;
  • Pantang menyerah apabila beberapa kali tesis atau disertasi berubah judul lebih dari satu kali, semata-mata untuk mencari kesempurnaan;
  • Rumus utama adalah tidak ada skripsi, tesis atau disertasi yang tidak diperbaiki selama atau setelah bimbingan, ujian tahap I, ujian tahap II atau sidang terbuka;
  • …………………………………………………………………………………..

C. Berkomunikasi dan Berinteraksi dengan Pembimbing

Dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan pembimbing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses bimbingan. Hal seperti ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa berakibat buruk bagi hubungan antara mahasiswa dan dosen. Saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pembimbing perlu memperhatikan sebagai berikut:

  1. Menghargai pembimbing sebagai orang yang lebih senior, penting, dan lebih mengetahui keilmuan di bidangnya;
  2. Berpikir dan bersikap positif, antusias, dan nikmati proses bimbingan yang mungkin menimbulkan perasaan kecewa dan tidak sedang. Anggap proses bimbingan sesuatu yang menyenangkan;
  3. Membuat norma dan aturan sejak awal tentang bagaimana kesepakatan bekerja sama dalam proses bimbingan;
  4. Berikan draf yang terbaik kepada pembimbing, agar pembimbing terpusatkan perhatiannya pada isi, bukan pada tata tulisan;
  5. Berlapang dada menerima kritik, saran, dan tidak mempertahankan (defensif). Menulis karya ilmiah memerlukan proses menulis yang tidak hanya satu kali dalam satu bab, bahkan mungkin judul pun diubah. Tidak perlu sakit hati;
  6. Masukan saran pembimbing dalam merevisi setiap bab;
  7. Pembimbing memiliki waktu terbatas, sebaiknya hargai hambatan waktu yang dialami pembimbing.
  8.  ………………………………………………………………………………………..

D. Menganalisis Tesis atau Disertasi yang Sudah Lulus

Untuk menghindari kesalahan yang mungkin berakibat buruk dalam menyusun tesis atau disertasi kita, maka perlu berupaya mencari pembanding tesis atau disertasi yang sudah diujikan. Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menganalis tesis atau disertasi yang sudah diujikan sebagai berikut:

  1. Tidak semua tesis atau disertasi yang telah disidangkan sudah benar atau sesuai dengan aturan yang berlaku secara ilmiah (tak bedanya dengan tumpukan sampah yang tidak bermanfaat);
  2. Lihatlah daftar isi secara teliti, mungkin memberi ide yang jelas mengenai struktur tesis secara keseluruhan;
  3. Bacalah abstrak, pendahuluan dan kesimpulan dengan teliti apakah berkesinambungan. Mungkin kita akan terkejut melihat beberapa tesis atau disertasi gagal untuk membuat hubungan antara pendahuluan dan kesimpulan;
  4. Bila menemukan kesalahan yang dibuat orang lain, berhati-hatilah jangan membuat kesalahan yang sama;
  5. Lihatlah beberapa hal yang membuat kita terkesan dan mencatatnya untuk kemudian dipakai dalam tesis atau disertasi yang kita tulis.
  6. ………………………………………………………………………………………..

E. Tugas Pokok dan Fungsi Pembimbing

1. Penulisan tesis atau disertasi dibimbing oleh suatu tim, yang disebut Tim Pembimbing. Tim pembimbing Disertasi terdiri atas tiga orang, yaitu Promotor sebagai ketua pembimbing, Ko-Promotor sebagai wakil ketua pembimbing, dan anggota tim pembimbing. Pembimbing pertama, berpendidikan S3 dengan jabatan Guru Besar, Ko-Promotor berpendidikan S-3 diutamakan jabatan Guru Besar, serendah-rendahnya Lektor Kepala, dan Anggota Tim serendah-rendahnya dalam jabatan Lektor. Dalam keadaan khusus, tim pembiming dapat diangkat lebih dari tiga orang. Para pembimbing memiliki keahlian relevan dengan bidang masalah yang ditelitioleh mahasiswa, disamping kompetensi dalam bidang penelitian.

2. Tugas Promotor

  • Memeriksa memberikan komentar dan masukan bagi penyempurnaan draf proposal penelitian mahasiswa untuk dikembangkan menjadi profosal final, khususnya dalam pemilihan dan penentuan kelayakan masalah, perumusan masalah teori, metode dan prosedur penelitian, sumber data dan analisis data, dan hal-hal yang diperlukan;
  • Memeriksa, memberi komentar dan masukan dalam pengembangan proposal final menjadi bab-bab dalam disertasi dalam penyempurnaan rencana pengumpulan data, penyusunan instrumen penelitian dan analisis data;
  • Memeriksa dan memberi masukan dalam penyempurnaan disertasi bab demi bab dan disertasi secara keseluruhan;
  • Memberikan persetujuan dengan cara membubuhkan tanda tangan pada disertasi mahasiswa yang dibimbingnya dan sudah dipandang layak untuk mengikuti Ujian Sidang Disertasi, tahap I dan Ujian Sidang Terbuka.
  • Menguji dalam sidang ujian disertasi tahap I dan ujian sidang disertasi tahap II atau ujian sidang terbuka, dan memberikan nilai terhadap disertasi dan kemampuan mahasiswa mempertahankan isi disertasi.

3. Tugas Ko-Promotor

  • Membantu Promotor memeriksa, memberi komentar dan masukan dalam penyempurnaan draf proposal penelitian mahasiswa untuk dikembangkan manjadi proposal final;
  • Membantu Promotor memeriksa, memberi komentar dan masukan dalam pengembangan proposal final menjadi bab-bab dalam disertasi, dalam penyempurnaan rencana pengumpulan data, penyusunan instrumen penelitian dan analisis data;
  • Membantu Promotor memeriksa, memberi dan masukan dalam penyempurnaan disertasi bab demi bab dan disertasi secara keseluruhan;
  • Memberi persetujuan dengan cara membubuhkan tanda tangan pada disertasi mahasiswa yang dibimbingnya dan dipandang sudah layak untuk mengikuti Ujian Sidang Disertasi tahap I dan tahap II atau ujian Sidang Disertasi Terbuka;
  • Menguji dalam Sidang Ujian Disertasi Tertutup (Tahap I) dan Sidang Ujian Disertasi Terbuka (Tahap II) dan memberikan nilai terhadap disertasi dan kemampuan mahasiswa mempertahankan isi disertasi.

4. Tugas Anggota Tim Pembimbing

  • Membantu Promotor dan Ko-Promotor dalam memeriksa, memberikan komentar dan masukan dalam penyempurnaan daraf proposal penelitian mahasiswa untuk dikembangkan menjadi proposal final;
  • Membantu Promotor dan Ko-Promotor dalam memeriksa, memberi komentar dan masukan dalam pengembangan proposal final menjadi bab-bab dalam disertasi, dalam penyempurnaan rencana pengumpulan data, penyusunan instrumen penelitain dan analisis data;
  • Membantu Promotor dan Ko-Promotor dalam memeriksa, memberi dan masukan dalam penyempurnaan disertasi bab demi bab dan disertasi secara keseluruhan;
  • Memberikan persetujuan dengan cara membubuhkan tanda tangan pada disertasi mahasiswa yang dibimbingnya dan dipandang sudah layak untuk menguji Ujian Sidang Disertasi tahap I dan tahap II atau ujian Sidang Disertasi Terbuka;
  • Menguji dalam Sidang Ujian Disertasi Tertutup (tahap I) dan Sidang Ujian Disertasi dan kemampuan mahasiswa mempertahankan isi disertasi.

F. Format Penilaian Proposal dan Disertasi serta Ujian Sidang

Penilaian proposal, disertasi dan ujian sidang disertasi tertutup serta ujian sidang terbuka menggunakan format-format berikut:

PENILAIAN PROPOSAL
(Diisi hanya oleh Pembimbing)

No Aspek yang Dinilai Nilai Bobot Nilai X Bobot
1. Proposal Penelitian 4
1.1 Signifikansi masalah dan relevansinya dengan Program Studi
1.2 Kerangka teoritis 1
1.3 Operasionalisasi 1
1.4 Metode 1
2. Disertasi
2.1 Aplikasi metode dan instrumen 1
2.2 Kelengkapan & konsistensi data lapangan 1
2.3 Pengolahan data dan keberartian tafsiran 1
2.4 Sistematika laporan 1
2.5 Ketepatan dan kebermaknaan simpulan 1
2.6 Kejelasan kajian dan argumentasi 1

JUMLAH
Nilai Rata-Rata = Jumlah Nilai X Bobot
Jumlah Bobot (10)

PENILAIAN DISERTASI TAHAP I
(Diisi hanya oleh Pembimbing dan/atau Penguji)

No Aspek yang Dinilai Nilai Bobot Nilai X Bobot
1. Disertasi dan Proses Penyusunan Disertasi 6
1.1 Disertasi dan Proses Penyusunan Disertasi 2
1.2 Orisinalitas dan Relevansi 2
1.3 Bahasa dan Ketepatan Penulisan 2
2. Penampilan dalam ujian 4
2.1 Penguasaan masalah dan data lapangan 1
2.2 Penguasaan konsep dan teori 1
2.3 Penguasaan Metodologi 1
2.4 Kemampuan argumentasi 1
JUMLAH
Nilai Rata-Rata = Jumlah Nilai X Bobot
Jumlah Bobot (10)

PENILAIAN DISERTASI TAHAP II (TERBUKA)
(Diisi hanya oleh Pembimbing dan/atau Penguji)

No Aspek yang Dinilai Nilai Bobot Nilai X Bobot
3. Disertasi 3
3.1 Orisinalitas dan relevansi
3.2 Bahasa dan ketepatan penulisan 1
3.3 Bahasa dan Ketepatan Penulisan 1
4. Penampilan dalam ujian
4.1 Penguasaan masalah dan data lapangan 1
4.2 Penguasaan konsep dan teori 1
4.3 Penguasaan Metodologi 1
4.4 Kemampuan argumentasi 1
JUMLAH

Nilai Rata-Rata = Jumlah Nilai X Bobot
Jumlah Bobot (10)***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, dan Ruqyah Syar’iyyah Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8,atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ *** 

Iklan