MENYEMBUHKAN GASTRITIS MELALUI HYPNOTHERAPI….??!


Hypnosis SHOT-Indonesia:

MENYEMBUHKAN GASTRITIS MELALUI HYPNOTHERAPI

GastritisCIAMIS (19/12/2015). Sebagian besar pasien yang berkunjung ke Hypnosis SHOT-Indonesia untuk menjalani hypnotherapi sudah putus asa karena penyakit Gastritis tidak kunjung sembuh. Setelah sembuh dari perawatan dokter  kembali terserang penyakit gastritis. Tetapi setelah mendapat perawatan hypnotherapi dan perawatan dokter medis hasilnya semakin sempurna tingkat kesembuhannya. Kenapa…??

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Dilihat dari waktu terjadinya, gastritis dibagi menjadi dua:

  • Gastritis akut atau muncul secara mendadak dan cepat reda;
  • Gastritis kronis atau terjadi secara perlahan dan berlangsung lama.

Lambung memiliki sel-sel penghasil asam dan enzim yang berguna untuk mencerna makanan. Untuk melindungi lapisan lambung dari radang atau pengikisan asam, sel-sel tersebut juga sekaligus menghasilkan lapisan “lendir”. Lapisan lendir ini berfungsi melindungi dinding lambung dari iritasi akibat asam yang diproduksi. Gastritis terjadi ketika lapisan lendir tersebut rusak sehingga dinding lambung mulai teriritasi.

Pada sebagian penderita, gejala bisa muncul dan berupa rasa nyeri atau ngilu pada perut bagian atas, mual, muntah, serta kehilangan nafsu makan. Dan pada kasus gastritis yang terbilang parah, yaitu akibat terjadinya pengikisan dan pendarahan pada lapisan lambung. Gejala yang timbul bisa berupa tinja berwarna merah atau hitam dan muntah darah.

Segera lakukan pengobatan jika Anda menderita gastritis karena sebagian besar kondisi ini dapat sembuh dengan cepat setelah diobati. Namun sebaliknya jika gastritis dibiarkan, maka dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi seperti tukak lambung, pendarahan hebat dan kanker lambung.

PENYEBAB GASTRITIS: 

Gastritis akut umumnya disebabkan oleh:

  • Makanan yang mengandung kadar asam tinggi (makanan bercuka atau buah-buah-buahan telalu asam);
  • Makanan yang terlalu pedas;
  • Efek samping penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit, seperti ibuprofen, aspirin, dan obat anti inflamasi non steroid (OAINS).

Jika dibiarkan, semua kasus gastritis akut bisa berubah menjadi gastritis kronik. Gastritis kronis pada umumnya disebabkan oleh:

  • Infeksi bakteri H. pylori;
  • Refluks cairan empedu (arus balik cairan empedu dari usus halus ke lambung);
  • Kondisi yang mendasari, seperti anemia pernisiosa (anemia akibat lambung tidak mampu mencerna vitamin B12);
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan;
  • Pemakaian narkoba jenis kokain.

DIAGNOSIS GASTRITIS: 

Dalam melakukan diagnosis gastritis, hal pertama yang biasanya dilakukan dokter adalah menanyakan pada pasien mengenai gejala yang dirasakannya. Dokter juga akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan pasien, misalnya apakah pasien pernah menderita kondisi yang mungkin menjadi penyebab dasar gastritis atau apakah pasien aktif mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit seperti ibuprofen, aspirin, atau obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Dari keterangan-keterangan tersebut, dokter akan menarik kesimpulan awal mengenai kondisi yang sedang dialami oleh pasien.

Karena gastritis merupakan sebuah kondisi dan bukan penyakit, penyebab dasarnya perlu diketahui agar penanganan yang sesuai dapat dilakukan. Untuk mendukung kesimpulan, dokter biasanya juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik seperti:

  • Tes napas, tes darah atau pemeriksaan tinja untuk mendeteksi keberadaan bakteri H. pylori;
  • Tes barium, untuk melihat adanya perubahan pada lapisan lambung;
  • Endoskopi, yakni pemeriksaan dengan menggunakan endoskop (alat kecil menyerupai selang yang dilengkapi dengan kamera) yang dimasukkan ke kerongkongan hingga perut. Manfaat pemeriksaan ini adalah untuk memeriksa adanya gangguan dalam sistem pencernaan, termasuk untuk memastikan jika terdapat peradangan atau tukak pada dinding lambung;
  • Biopsi, yaitu pemeriksaan yang sebenarnya masih merupakan bagian dari endoskopi. Jika dokter menemukan adanya radang, sampel jaringan dinding lambung mungkin akan diambil untuk diteliti di laboratorium. Melalui biopsi ini, dokter juga bisa mendeteksi keberadaan bakteri H. pylori.

PENGOBATAN GASTRITIS: 

Untuk mengobati gastritis akut yang disebabkan oleh meningkatnya produksi zat asam, Anda dapat menggunakan obat-obatan seperti berikut ini:

  • Obat-obatan penghambat pompa proton (PPP), seperti esomeprazole, lansoprazole,dan omeprazole. PPP mampu menghambat sel-sel penghasil asam yang terdapat pada lapisan lambung. Dengan begitu, kadar asam di dalam lambung bisa turun. Obat ini pada umunya memerlukan resep dari dokter;
  • Obat-obatan antasida, yaitu obat yang mampu menetralkan kandungan asam di dalam lambung. Efek samping obat ini masih tergolong ringan, misalnya diare dan konstipasi. Obat ini dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter;
  • Obat-obatan antihistamin H-2 seperti cimetidine, famotidine, dan ranitidin. Sama seperti penghambat pompa proton, antihistamin H-2 mampu menurunkan kadar asam di dalam saluran pencernaan. Obat ini memerlukan resep dokter.

Untuk mengatasi gastritis akut yang disebabkan oleh jadwal makan yang tidak teratur dan konsumi makanan yang terlalu pedas, Anda bisa lakukan dengan cara menghentikan kedua kebiasaan buruk tersebut. Namun jika gastritis akut Anda disebabkan oleh efek samping obat-obatan pereda rasa sakit yang Anda konsumsi, sebaiknya tanyakan dahulu pada dokter sebelum Anda menghentikannya dan mencari obat alternatif.

Jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, kombinasi 3 obat akan digunakan untuk mengatasinya, yaitu 2 antibiotik dan 1 PPI. Antibiotik yang umum digunakan adalah clarithromycin, amoxicillin dan metronidazole. Kombinasi obat-obat ini diberikan selama seminggu.

HUBUNGAN MEKANISME TERJADINYA GASTRITIS DENGAN PIKIRAN, STRESS:

Secara definisi gastritis atau sakit maag merupakan inflamasi yang di dahului dari peningkatan asam lambung dalam tubuh, dimana peningkatan ini melebihi batas ambang. Sehingga mengakibatkan luka/ inflamasi pada sekitar daerah lambung. Peningkatan asam lambung ini salah satu penyebabnya adalah faktor tingkat stress (pikiran) Untuk lebih singkatnya simak gambar berikut ini.

sekresi-asam-lambung---dengan hypnotherapiDari gambar di samping bisa disimpulkan otak merupakan pusat kontrol dari pengeluaran asam lambung. Sehingga dapat di pastikan ketidak-normalan pada otak/gangguan pada otak dalam hal ini disebabkan karena tingkat stress, bisa mempengaruhi pengeluaran asam lambung.

Awalnya mungkin akan timbul gejala-gejal seperti sering sendawa, sering merasa kenyang padahal belum makan, hal ini jika di biarkan lebih lanjut. Maka peningkatan asam lambung tersebut bisa menyebabkan terjadinya luka di daerah sekitar lambung, hal ini akan menyebabkan terasa perih, nyeri, dan sakit, dan jika dilihat dengan endoskopia akan nampak erosi, dan warnak kemerahan (seperti luka). 

Sebelum gangguan gastritis Anda berlanjut lebih parah sebaiknya Anda secepat mungkin mengatasinya, hal ini bertujuan untuk pencegahan menjadi gastritis kronik. Atasi gastritis Anda sesuai penyebabnya Kami menyarankan Anda pergi ke dokter. Namun jika Anda sudah berobat kedokter kemudian gastritis Anda masih belum sembuh kemungkinan dikarenakan belum teratasinya penyebab sebenarnya.

Dan perlu di ingat salah satu faktor penyebab gastritis adalah faktor psikis (pikiran). Jika Anda merasa penyebabnya benar-benar psikis maka Kami sarankan Anda terapi psikis. Namun jika Anda merasa penyebabnya non psikis  maka Kami sarankan Anda mengobati secara medis.

IKUTI PROGRAM HYPNOTHERAPI:  

Dalam menangani kasus ini apabila Anda tidak bisa melakukannya seorang diri, butuh bantuan pakar hypnotherapi yang bisa membantu Anda untuk berkonsultasi menghilangkan sampai ke akar masalahnya. Program pikiran bawah sadar dengan menggunakan teknik hypnotherapi dipandang efektif menyembuhkan penderita gastritis karena penyebab psikis.***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, dan Ruqyah Syar’i Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ *** 

Iklan