Hypnosis SHOT-Indonesia: “HYPNOTEACHING”


Hypnosis SHOT-Indonesia:

“HYPNOTEACHING”

Saat Melakukan hypnoteaching, Siswa Berada dalam Keadaan Sadar Seutuhnya dengan Mata Terbuka.

Saat Melakukan hypnoteaching, Siswa Berada dalam Keadaan Sadar Seutuhnya dengan Mata Terbuka.

(CIAMIS, 26/11/2014). Hypno berasal dari kata hypnosis yang berarti keadaan seseorang berada dalam kondisi trans, atau mudah menerima sugesti. Teaching merupakan kata dari bahasa Inggris, yaitu teach yang berarti mengajar. Dengan demikian, Hypnoteaching merupakan cara pembelajaran atau cara mengajar dengan menggunakan unsur hypnosis, yaitu saat seseorang bisa menerima sugesti dengan mudah.

Saat melakukan hypnoteaching siswa berada dalam keadaan sadar seutuhnya — dengan mata terbuka. Tujuan utama hypnoteaching adalah untuk membangunkan motivasi dalam diri setiap siswa.

Penyebab tidak masuknya pengetahuan dari guru adalah karena pikiran siswa sedang terpecah atau tidak fokus. Disinilah penggunaan cara mengajar dengan teknik hypnoteaching. Yaitu, dengan merilekskan pikiran siswa agar pengetahuan yang didapat bisa dipahami dengan baik.

Penyebab Tidak Masuknya Pengetahuan dari Guru adalah Karena Pikiran Siswa  Terpecah/Tidak Fokus.

Penyebab Tidak Masuknya Pengetahuan dari Guru adalah Karena Pikiran Siswa Terpecah/Tidak Fokus.

Cara Singkat Memunculkan Rasa Rileks Pada Siswa

Segala yang tertutup tidak akan sampai ke tujuan. Begitupun dengan pikiran. Saat pikiran tidak fokus akan menghalangi segala informasi yang akan masuk ke otak. Cara mudah agar pikiran menjadi fokus adalah dengan membuat otak dan tubuh menjadi rileks. Berikut adalah cara singkat untuk membuat siswa menjadi rileks.

Dalam teknik ini, guru bertugas untuk memandu siswa untuk melakukannya. Lakukan tips ini sebelum sesi belajar dimulai.

 Lirikan Mata

  1. Mintalah siswa  untuk menutup mata;
  2. Saat mata dalam keadaan tertutup, lanjutkan dengan meminta mereka untuk melirikan mata ke atas;
  3. Katakan kepada siswa untuk memfokuskan pikiran;
  4. Lakukan kurang lebih selama 5 menit;

Berikut ini ada salah satu contoh cara mengajar dengan teknik hypnoteaching yang dapat membuat motivasi siswa muncul saat guru memberikan sebuah perintah.

Belajar Tanpa Terbebani dengan Double Banding

Double-banding adalah dua pilihan pengalihan yang bertujuan untuk menutup tujuan utama.  Perhatikan dialog berikut.

Guru      : “Anak-anak, kalian akan aritmatika atau al-jabar?”

Siswa    : “Aritmatikaaaaa….”

Anda ingin mengajar Matemarika. Bagi sebagian siswa, belajar Matematika dianggap sebagai beban. Agar siswa merasa ringan dalam menjalankan belajar Matematika, dibuatlah pengalihan, yaitu pokok bahasan. Dalam pikiran siswa, yang ada hanya “Aritmatika dan Al-Jabar” bagian dari pelajaran Matematika bukan “belajar pelajaran lain”. Dengan begitu, siswa akan ringan dalam menerima pelajaran Matematika seperti yang guru inginkan.

Hypnoteaching bukanlah satu-satunya teknik yang dapat menjadikan siswa pandai. Atau bukan juga satu-satunya teknik yang menjadikan guru sebagai hipnotis dengan hanya  menyugesti siswa. Hypnoteaching hanyalah teknik yang membantu memudahkan alam kegiatan pembelajaran. Jika ingin menggunakan teknik yang sederhana dan efektif gunakanlah cara mengajar dengan teknik hypnoteaching.***


Melayani Hypnotherapi & Hypnotis Training Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP,

Alamat: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Iklan