PONPES NURUL FIRDAUS BERWATAK AGENT OF CHANGE


PONPES NURUL FIRDAUS BERWATAK AGENT OF CHANGE

(CIAMIS,02/05/2016). Pondok Pesantren Nurul Firdaus secara umum merupakan Institusi Lembaga Pendidikan Agama Islam, sama seperti  pesantren pertama kali didirikan di Indonesia. Pola pendidikan dibangun bersifat “tradisional” dan “modern” lebih tepatnya disebut pesantren kombinasi dan terletak di pedesaan (Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, Jabar-Indonesia).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(Gambar Kegiatan Ponpes Nurul Firdaus)

Ponpes Nurul Firdaus dikenali juga sebagai institusi sosial yang berpengaruh terhadap masyarakat sekitarnya, yang mewakili suatu “budaya” yang tersendiri dalam lingkungan masyarakat Indonesia, sehingga aktivitas pesantren sangat akrab dengan masyarakat pedesaan serta kontribusinya langsung dirasakan oleh mereka, pesantren memiliki saluran-saluran sendiri sehingga berkomunikasi dengan masyarakat. Tidak heran jika kemudian Ponpes Nurul Firdaus menjadi suatu institusi yang berfungsi sebagai “agent of change” (agen perubahan) terhadap masyarakat sekitarnya, melalui aktivitas pendidikan yang semula berorientasi pada nilai-nilai tradisi, kini mulai diramu dalam bentuk pendidikan modern, misalnya pendidikan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan atau industri kerajinan tangan.

Dengan karakternya yang khas “religius oriented“, Ponpes Nurul Firdaus berupaya agar mampu meletakkan dasar-dasar pendidikan keagamaan yang kuat. Para santri tidak hanya dibekali pemahaman  tentang ajaran Islam tetapi juga kemampuan untuk menyebarkan dan mempertahankan Islam.

Sejalan dengan perubahan zaman serta tuntutan masyarakat, kini Ponpes Nurul Firdaus menerima sistem pendidikan sekolah dan madrasah. Implikasinya lahir santri yang berkemampuan dalam tatacara hidup dunia modern. Sistem sekolah dan madrasah itu juga boleh mengeluarkan ijazah yang disahkan oleh Pemerintah Indonesia (Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan Nasional). Tentu sistem tradisional, yaitu pengajian kitab kuning masih dipertahankan, karena pengajian kitab kuning tersebut masih relevan dalam lingkungan sistem pendidikan modern, bahkan perlu dikembangkan lagi. Yang penting ialah Ponpes Nurul Firdaus, dengan berbagai perubahan yang dilakukan, dapat berfungsi lebih efektif dalam memenuhi keperluan-keperluan masyarakat yang sedang berkembang.

Sebagian besar pesantren saat ini mulai mengembangkan dirinya sendiri. Berbagai masalah seperti masalah kepemimpinan, organisasi sekolah, mengumpulkan dana, memperbaiki kurikulum, menyediakan fasilitas, melengkapi alat-alat pendidikan dan seterusnya dan dikembangkan melalui kaedah modern yang efektif dan efisien. Proses adaptasi terhadap kemodernan dan pembangunan memang terjadi di banyak pesantren yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Pesantren yang dahulunya hanya satu jenis, yaitu salafiah (traditional), kini menjadi tiga jenis, yaitu khalafiah (modern) dan campuran (combination/mix). Bagaimanapun, jumlah pesantren salafiah semakin sedikit dan jenis kombinasi semakin banyak.

Perubahan yang berlaku pada pesantren ialah pesantren membaharui dirinya menjadi modern. Kemoderenan yang merupakan kehendak daripada kemujudan menuju kepada kemajuan itu merupakan tuntutan masyarakat (social demand). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua santri yang merupakan pengguna pesantren mengharapkan pesantren agar memberikan ilmu yang diperlukan oleh individu modern. Fenomena ini demikian berlaku karena dunia industry seperti sekarang menuntut lahirnya manusia lain dari institusi pendidikan. Ilmu yang dituntut oleh masyarakat dari pesantren ialah ilmu bahasa internasional seperti Arab dan Inggris dan ilmu praktek untuk bekal hidup setelah tamat pesantren.

Sejalan dengan perubahan tersebut, kini pesantren tidak lagi hanya mengajarkan ilmu-ilmu standar seperti fiqh, hadist, tafsir, serta beberapa ilmu agama lainnya. Ilmu-ilmu tersebut dikaji dengan menggunakan referensi utamanya sangat populer tersebut Kitab Kuning. Kitab-kitab ini pada umumnya ditulis para ulama yang hidup antara abad ke delapan hingga abad ketigabelas masehi. Ponpes Nurul Firdaus mengajarkan ilmu-ilmu umum dan keterampilan yang dikemas dalam bentuk lembaga pendidikan formal. Aktivitas tersebut berkontribusi besar terhadap pendidikan masyarakat yang ada di lingkungan pesantren.***


Melayani Hypnotherapi , Hypnotis Training dan Ruqyah Syar’iyyah Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Iklan