REMAJA DOMINAN RENTAN KECANDUAN GAME 

101
0
BERBAGI

REMAJA DOMINAN RENTAN KECANDUAN GAME 

Remaja Rentan Menderita Gangguan Kejiwaan Akibat Kecanduan Game

(Ciamis, 25/07/2019). Sebagian besar santri bina rehabilitasi mental akibat kecanduan game di Ponpes Nurul Firdaus adalah usia remaja.

Jika kita membandingkan dengan orang dewasa, anak-anak dan remaja lebih rentan mengalami gangguan kejiwaan karena kecanduan bermain game online tertentu. Sebabnya adalah ketertarikan mereka terhadap visual lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.

Anak-anak biasanya suka sama gambar-gambar dan suara.

Kalau sudah kecanduan, timbulah halusinasi kinestetik. Misalnya, ketika mereka main sebuah permainan dengan audio yang mudah diingat, suaranya akan terus melekat pada si anak walaupun sedang tidak dimainkan.

Halusinasi kinestetik, merupakan kondisi ketika anggota badan seseorang bergerak seolah olah sedang memainkan sebuah permainan dalam sebuah ruang. Gangguan halusinasi itu seringkali dialami para pecandu game online baik pada anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Gangguan kejiwaan atau gangguan perkembangan dan gangguan emosi bisa berdampak pada malas belajar, prestasi menurun. Ketika tidak dituruti permintaanya, mereka mengamuk dan menunjukkan perilaku-perilaku eksesif.

Perilaku eksesif lain yang akan ditunjukkan remaja ketika mengalami gangguan jiwa, dapat berupa belanja konten-konten yang ditawarkan di dalam game online secara berlebihan. Padahal, harga konten game itu dapat mencapai jutaan rupiah.

Proses gangguan kejiwaan terjadi ketika seseorang memilih konten yang mengandung kekerasan atau konten lainnya yang dapat mempengaruhi kejiwaan. Dari konten tersebut, remaja dapat memunculkan perilaku agresif seperti perubahan emosi, psikis, dan pikiran.

Apalagi kalau remaja yang sedang stres. (Ketika hal) yang cuma bisa dilihat adalah game dengan kekerasan, mereka bisa melimpahkan emosinya ke sana. (Mereka) mulai belajar kalau caranya melakukan kekerasan pada orang begini.

Proses penyembuhan untuk para pecandu game digital itu tergantung pada usia dan rentang waktu mengalami gangguan itu. Selain itu, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi penyembuhan kecanduan game online yaitu lingkungan sosial serta status ekonomi dan latar belakang pribadi pecandu.

Kita sepakat berharap dukungan penuh dari orang tua agar memberikan pengawasan dan pemahaman tentang bahaya bermain game online secara berlebihan dengan memberikan kegiatan fisik kepada anak seperti penyaluran hobi ataupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Jika keluarga atau sekolah tidak bisa membantu menyelesaikan sebaiknya rehabilitasi mental di Ponpes Nurul Firdaus. **
————————————————————————–
Info dan Konsultasi HP/WA.: 081323230058.
————————————————————————–

BERBAGI
Artikel sebelumyaCIRI GAMER KECANDUAN GAME YANG MENGALAMI GANGUAN KEJIWAAN
Artikel berikutnyaAWAS… ANDA BISA GILA ..? — Apa itu penyakit schyzophrenia?
(Dr. GUMILAR, S.Pd.,MM, CH.,CHt.,pNNLP) ------ GUMILAR, dilahirkan di: Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Ciamis Jawa Barat Tgl.05 Juli 1971. Pendidikan Formal: Tgl. 31 Desember 2008 Lulus S-3 (Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dapat ditempuh selama 2 (dua) th lulus.;Tahun 2002: S-2 Magister Manajemen Konsentrasi Management Marketing UNIGAL Ciamis; Tahun 1997: S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIGAL Ciamis; Tahun 1992: D-2 PGSD UPI Bandung; Tahun 1990: SMA Negeri Panumbangan; ------ GELAR HIPNOTIST: 2011: Gelar CH (Certified Hypnotist) dan CHt (Certified Hypnotherapist) dan pNNLP (practitioner Neo Neuro Linguistic Programing) diperoleh dari Indonesian School of Hypnosis & Hypnotherapy (ISHH) dan Indonesia Board Hypnosis (IBH)**